Jumat, 08 April 2016

Lebih Dekat Dengan Negara "Jawa di Amerika"


Dalam rangka menempuh Ujian Tengah Semester Genap dalam mata kuliah Teori Pembangunan, saya akan membuat blog dengan tema negara berkembang. Di dunia ini terdapat negara maju dan negara berkembang. Keduanya memiliki karakteristik yang bisa dibilang berbanding terbalik. Setiap benua pasti mempunyai negara yang berkembang. Negara yang saya pilih adalah Negara Suriname.
Sebelum kita beranjak ke Profil singkat dari Negara Suriname, saya akan terlebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan negara berkembang dan beberapa karakteristiknya.
Negara berkembang adalah negara yang mempunyai kesejahteraan rendah. Negara berkembang cenderung lambat dalam pembangunan infrastruktur juga perekonomian. Penduduk yang padat dan tingkat pengangguran yang tinggi membuat pendapatan perkapita suatu negara rendah.
Ciri-ciri Negara Berkembang :
1.        Bekas jajahan negara lain.
2.       Pasar dan informasi yang tidak sempurna.
3.       Tingginya tingkat pengangguran
4.       Over population atau kepadatan penduduk yang tidak terkendali.
Berikutnya, saya akan paparkan profil singkat dari Suriname. Suriname adalah negara yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, banyak rakyat Indonesia yang ber-imigrasi ke Negara Guyana Belanda tersebut. Negara ini terletak di Amerika Selatan, disebelah timur berbatasan dengan Guyana Prancis, disebelah selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara berbatasan dengan Samudra Atlantik. Negara yang banyak dihuni oleh masyarakat Jawa ini beribukota di kota Paramaribo. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 25 November 1975. Mempunyai sistem pemerintahan campuran, dipimpin oleh Presiden. Jumlah penduduk di Suriname sekitar 534.189 jiwa, jumlah tersebut memang tidak sebanyak di Indonesia. Pendapatan perkapita di negara ini sekitar $9.052 . 

            Bagaimana Sejarah Suriname?


Negara Suriname dulunya adalah sebuah negara yang pernah dijajah oleh Spanyol, Belanda lalu diikuti pula oleh Inggris. Tepatnya Spanyol menjajah pada tahun 1593 dan Belanda pada tahun 1602 lalu Inggris pada tahun  1667. Pada masa jajahan Belanda, Suriname dikenal dengan nama Guyana Belanda. Pada masa kolonialisasi, banyak sekali budak-budak dari Afrika yang dipekerjakan di Suriname. Bukan hanya Afrika, akan tetapi Belanda juga mengimpor/merekrut buruh dari India Tmur dari British India dan buruh Jawa dari Hindia Belanda atau Indonesia. Belanda memberikan kuasa penuh bagi Guyana Belanda ini untuk mengatur pemerintahannya sendiri kecuali urusan pertahanan negara dan hubungan luar negri. Kemerdekaan yang diperoleh Suriname adalah hasil pemberian secara penuh oleh Belanda karena sempat terjadi kerusuhan yang cukup parah karena banyaknya pengangguran dan juga inflasi yang semakin tinggi. Kemerdekaan yang merupakan hadiah dari Belanda ini ternyata menimbulkan rasa yang kurang puas oleh masyarakat Suriname, dikarenakan kemerdekaan yang cuma-cuma tanpa adanya perjuangan oleh rakyat dalam mendapatkannya. Sejarah negara Suriname ini sesuai dengan cirri-ciri negara berkembang yaitu bekas jajahan negara lain.
Suriname mempunyai PDB yang rendah yaitu sekitar $5.297 miliar. Sedangkan pendapatan perkapita nya hanya sekitar $9.052 . Rendahnya PDB dan pendapatan perkapita di Suriname tersebut sesuai dengan karakteristik negara berkembang yaitu mempunyai PDB dan pendapatan perkapita yang rendah.
Negara yang terbagi atas distrik ini mempunyai wilayah yang cukup luas dan mempunyai beranekaragam sumber daya alam. Diantaranya Suriname memiliki lahan yang luas, persawahan yang digunakan untuk menanam bahan-bahan pokok makanan seperti beras dan singkong. Iklim di negara ini adalah tropis, sama seperti Indonesia. Negara Suriname adalah negara yang mempunyai kekayaan alam yang cukup besar, akan tetapi mempunyai kendala yaitu sumber daya manusia yang sangat rendah. Keadaan tersebut tidak lepas dari akibat bahwa dulunya mereka adalah budak yang dipaksa bekerja untuk mengurus perkebunan dan sekarang setelah merdeka mereka harus mengurus urusan negaranya sendiri. Akhirnya, SDM yang terdapat di Suriname tersebut tidak sanggup untuk menggarap lahan yang dulunya sebagai devisa utama lalu sekarang diserahkan kepada kaum elit atau penguasa juga kepada para tuan tanah yang semua hasil tersebut tidak sepenuhnya mengalir untuk memenuhi kepentingan rakyat. 

selanjutnya, apa masalah yang dihadapi oleh Suriname?
 
Sebenarnya keadaan ekonomi Suriname sudah mulai membaik, mencari lapangan pekerjaan tidak begitu sulit akan tetapi tetap ada pengangguran karena banyak masyarakatnya yang memilih untuk tidak bekerja tetapi hanya mengerjakan lahan atau sawah. Namun, keuangan pemerintah justru melemah secara substansial. Pemerintah Suriname sempat mendapat pujian dari IMF karena dapat menjaga inflasi tetap rendah. Walaupun menjadi pengekspor emas yang kuat negara ini masih bergantung kepada negara pengekspor komoditas utama. Sampai saat ini Suriname masih berusaha membangun perekonomiannya dengan perlahan atau bisa dikatakan lambat. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah Suriname antara lain member beban pajak yang sebenarnya tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.